Apa peran pengisi biofiltrasi MBBR?

Sep 14, 2024

1. Menyediakan pembawa pertumbuhan mikroba
Membentuk biofilm:
Pengisi biofiltrasi MBBR menyediakan area permukaan yang luas untuk pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme. Mikroorganisme dapat menempel pada permukaan bahan pengisi dan secara bertahap membentuk lapisan biofilm. Biofilm ini mengandung berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri, jamur, protozoa, dll, yang bekerja sama untuk mendegradasi dan mengubah polutan dalam limbah.
Misalnya, dalam proses pengolahan limbah, bakteri aerob dapat menggunakan oksigen untuk mengoksidasi bahan organik menjadi karbon dioksida dan air; bakteri nitrifikasi dapat mengubah nitrogen amonia menjadi nitrit dan nitrat; bakteri denitrifikasi dapat mereduksi nitrat menjadi gas nitrogen dalam kondisi anoksik, sehingga mencapai tujuan denitrifikasi.
Meningkatkan biomassa:
Karena luas permukaan spesifik bahan pengisi yang besar, dapat menampung pertumbuhan mikroba dalam jumlah besar, sehingga dapat meningkatkan biomassa dalam sistem pengolahan limbah secara signifikan. Dibandingkan dengan metode lumpur aktif tradisional, proses MBBR dapat menghasilkan biomassa yang lebih tinggi dalam volume reaktor yang sama, sehingga meningkatkan kapasitas penghilangan polutan.
Biomassa yang tinggi juga dapat meningkatkan kemampuan sistem untuk menahan beban kejut. Ketika konsentrasi polutan dalam limbah tiba-tiba meningkat, sistem masih dapat mempertahankan efek pengolahan yang baik.


2. Mempromosikan proses perpindahan massal
Meningkatkan efisiensi transfer oksigen:
Dalam reaktor MBBR, keadaan pengisi yang terfluidisasi dapat mendorong transfer oksigen di dalam air. Gelembung yang dihasilkan oleh sistem aerasi bertabrakan dengan bahan pengisi sehingga memudahkan oksigen larut dalam air dan meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dalam air. Hal ini penting untuk pertumbuhan dan metabolisme mikroorganisme aerobik serta dapat mempercepat oksidasi dan dekomposisi bahan organik.
Pada saat yang sama, pergerakan pengisi juga dapat mengurangi agregasi gelembung dan pembentukan gelembung besar, meningkatkan area kontak antara gelembung dan air, dan selanjutnya meningkatkan efisiensi transfer oksigen.
Tingkatkan kontak antara polutan dan mikroorganisme:
Keadaan pengisi yang terfluidisasi membuat kontak antara limbah dan biofilm lebih lengkap, mendorong perpindahan polutan ke biofilm dan penyerapan polutan oleh mikroorganisme. Efek perpindahan massa yang baik ini dapat meningkatkan efisiensi penghilangan polutan, memperpendek waktu retensi hidrolik, dan mengurangi volume reaktor.
Misalnya untuk bahan organik yang sulit terdegradasi, peran bahan pengisi dapat meningkatkan kontaknya dengan mikroorganisme dan meningkatkan kemampuan degradasi mikroorganisme.


3. Mengoptimalkan kinerja reaktor
Memperbaiki keadaan terfluidisasi:
Bentuk, ukuran, dan kepadatan pengisi biofiltrasi MBBR akan mempengaruhi keadaan terfluidisasi dalam reaktor. Pemilihan bahan pengisi yang wajar dapat membuat bahan pengisi terdistribusi secara merata di dalam reaktor, menghindari penumpukan dan penyumbatan, serta memastikan efek fluidisasi yang baik.
Keadaan fluidisasi yang baik dapat meningkatkan derajat pencampuran reaktor, mengurangi pembentukan zona mati, memungkinkan polutan dalam limbah bersentuhan dengan biofilm secara merata, dan meningkatkan stabilitas efek pengolahan.
Meningkatkan efisiensi pengobatan:
Kehadiran bahan pengisi dapat meningkatkan keanekaragaman hayati reaktor dan mendorong sinergi berbagai jenis mikroorganisme. Misalnya, beberapa mikroorganisme dapat menguraikan bahan organik makromolekul menjadi bahan organik molekul kecil, menyediakan substrat yang lebih mudah digunakan oleh mikroorganisme lain; beberapa mikroorganisme dapat menghasilkan polimer ekstraseluler untuk meningkatkan stabilitas dan ketahanan dampak biofilm.
Dengan mengoptimalkan karakteristik bahan pengisi dan parameter pengoperasian reaktor, efisiensi pengolahan reaktor MBBR dapat ditingkatkan dan biaya pengoperasian dapat dikurangi.


4. Perawatan dan manajemen yang mudah
Mengurangi produksi lumpur:
Biofilm pada proses MBBR relatif stabil dan tidak mudah rontok sehingga jumlah sisa lumpur yang dihasilkan sedikit. Hal ini dapat mengurangi biaya dan kesulitan pengolahan lumpur serta mengurangi pencemaran sekunder terhadap lingkungan.
Pada saat yang sama, keberadaan bahan pengisi dapat mengurangi penumpukan lumpur di dalam reaktor dan menghindari terjadinya masalah seperti pembengkakan lumpur.
Mudah dibersihkan dan diganti:
Jika biofilm pada permukaan bahan pengisi sudah tua atau terkontaminasi, kinerja sistem dapat dipulihkan hanya dengan membersihkan atau mengganti bahan pengisi. Dibandingkan dengan metode lumpur aktif tradisional, pemeliharaan dan pengelolaan proses MBBR lebih mudah dan cepat.
Selain itu, beberapa pengisi biofiltrasi MBBR baru juga memiliki fungsi pembersihan mandiri, sehingga dapat mengurangi frekuensi dan kesulitan pembersihan.


Jika Anda ingin mengetahui peran pengisi biofiltrasi MBBR, Anda dapat berkonsultasi dengan staf layanan pelanggan kami, kami akan melayani Anda dengan sepenuh hati 24 jam sehari!

https://www.biocell-enviro.com/

 

Anda Mungkin Juga Menyukai